Kesehatan Wanita Haid

Kesehatan Wanita Haid: Penyakit Wanita Ketika Menstruasi

Menjaga kesehatan reproduksi wanita sudah menjadi tugas utama seorang wanita sejati sedari dini. Kegiatan satu ini sudah pasti tidak bisa diabaikan begitu saja demi masa depan dan kehidupan setelah berkeluarga nanti. Apalagi jika sedang ada “tamu bulanan” yang suka datang menghampiri. Kesehatan wanita haid tentu perlu dijaga dengan baik di area reproduksinya.Bagian reproduksi wanita memiliki dua bagian penting, yaitu alat reproduksi luar dan juga alat reproduksi dalam.

Jika ditelusuri lebih dalam, alat reproduksi luar terdiri dari klitoris, vulva dan himen, sedangkan alat reproduksi dalam terdiri dari ovarium, uterus, vagina dan saluran reproduksi. Dengan kesibukan wanita jaman emansipasi saat ini, terkadang membuat wanita menjadi lupa akan kesehatan wanita haid. Walaupun saat ini teknologi kedokteran sudah mumpuni, akan lebih bijak jika kita berusaha menjaga kesehatan reproduksi dengan baik.

Penyakit Wanita Saat Haid

Salah satu penyakit kewanitaan yang sering timbul saat terganggunya kesehatan wanita haid adalah keputihan.Selama menjalani siklus “tamu bulanan” ini, organ intim wanita selalu berada dalam kondisi lembap dari biasanya. Akibat dari kelalaian wanita dalam menjaga kesehatan reproduksi saat sedang haid adalah tumbuhnya mikro oraganimse yang tidak diharapkan. Pada dasarnya, vagina sendiri pun sudah memiliki bakteri, namun ada bakteri yang baik dan juga bakteri yang menjadi pantogen. Spora Candida adalah jenis bakteri penyebab keputihan, yang akan mengakibatkan vagina jadi berbau dan gatal. Berbagai cara untuk menjaga kebersihan alat reproduksi wanita, terlebih saat haid adalah:

  • Tangan harus bersih. Saat membersihkan organ kewanitaan ini, pastikan tangan dalam keadaan bersih. Kadang-kadang diperlukan air hangat untuk membasuh vagina. Selain itu penting juga untuk memilih sabun kebersihan kewanitaan dengan Ph yang sesuai, yaitu sekitar 4,5. Hal ini bertujuan untuk menjaga keasaman vagina tetap pada kondisi yang normal. Pastikan juga vagina dalam keadaan kering sebelum menggunakan celana dalam.
  • Pilih pembalut. Berbagai jenis pembalut ada di pasaran, namun sebaiknya kita memilih pembalut yang dapat fungsi penyerapan dengan sempurna dan maksimal serta membuat kita nyaman.
  • Rutin ganti pembalut. Secara normal, siklus haid terjadi antara 21-35 hari. Dalam kisaran yang normal, jumlah darah selama satu siklus kurang lebih sebanyak 50cc. Kegiatan rutin ganti pembalut diperlukan ketika sudah merasakan kelembapan dan tidak nyaman di bawah sana. Umumnya setiap empat hingga enam jam sekali, sebaiknya pembalut diganti dengan yang baru.

Dibaca 561 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrShare on LinkedInPin on PinterestShare on StumbleUponShare on Reddit

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>